Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juli 2015

, ,

Wanita Pengemudi Go-Jek Dipukuli Tukang Ojek Pangkalan

Peristiwa itu terjadi usai Istiqomah selesai mengantar penumpangnya. Kemudian Istiqomah hendak mengangkut penumpang lain di daerah situ.

Fakta Luar Biasa - Seorang wanita pengemudi Go-Jek bernama Istiqomah, dianiaya tukang ojek yang mangkal dekat kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Jalan Buncit Raya.

Kepala Seksi Humas Polsek Pancoran Bripka Rubiyanto, mengatakan peristiwa terjadi pukul 10.30, Jumat kemarin. Dipicu lantaran Istiqomah yang mengantar penumpangnya ke lokasi tersebut.
"Pelaku yang diketahui bernama adalah pengojek yang mangkal di Pangkalan Kantor Imigrasi Jaksel," kata Rubiyanto saat dikonfirmasi, hari ini.

Kata dia, peristiwa itu terjadi usai Istiqomah selesai mengantar penumpangnya. Kemudian Istiqomah hendak mengangkut penumpang lain di daerah situ.
Ketika hendak mengangkut penumpang itulah Bambang menghampiri Istiqomah. "Bambang dan istiqomah sempat adu mulut, lalu kemudian berakhir dengan pemukulan kepala Istiqomah yang memakai helm," katanya.

Namun, masalah itu kemudian diselesaikan di Polsek Pancoran secara musyawarah. Istiqomah tak jadi membuat laporan, sebab korban tak mengalami luka serius.‎ "Masalahnya selesai dan tidak jadi buat laporan," Ujar Rubiyato.

Istiqomah mengaku tidak mengetahui sebab mengapa ia dipukul. "Dia tiba-tiba datang dan bilang jangan ambil penumpang, saya kan cuma menjalankan tugas karena penumpangnya sudah memesan melalui kantor," ujarnya.

Meski kesal, dia mengaku semuanya sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Foto di Sosmed
Rubiyanto menegaskan foto pengendara Go-Jek perempuan babak belur yang banyak beredar di sosial media bukanlah Istiqomah.

"Foto yang tersebar di sosial media itu bukan ibu Istiqomah dan bukan terjadi di Warung Buncit. Karena perkaranya sudah selesai, ia tidak membuat laporan polisi."

Sumber : dream

Sabtu, 25 Juli 2015

,

Hari terakhir pengosongan, Mal Tebet Green dijaga ketat TNI

Mall Tebet Green di segel

Fakta Luar Biasa - Para penyewa toko di Mal Tebet Green melakukan pengosongan di mal yang telah disegel Dinas Tata Ruang DKI Jakarta hari ini. Karyawan sebuah restoran piza di Tebet Green, Syaiful mengatakan hari ini merupakan batas akhir pengosongan mal yang berdiri di atas lahan Yayasan Darma Putra Kostrad tersebut.

"Setahu saya sih hari ini terakhir," kata Syaiful saat ditemui merdeka.com di lokasi, Jakarta, Sabtu (25/7).

Syaiful menjelaskan sampai saat ini restoran piza tempatnya bekerja tersebut belum akan pindah ke tempat yang baru. Sebab, kata dia, pihaknya belum mendapatkan kepastian bagaimana sistem kontrak yang dibahas antara pengelola mal yang diketahui atas nama PT Wahana Cipta Sentosa Sejahtera itu.

"Barang-barang mau ditaruh di gudang dulu. Belum tahu mau dibawa ke mana," katanya.

Syaiful juga tidak mengetahui apakah mendapatkan ganti rugi dari pengelola mal ini. Sedangkan, pantauan merdeka.com di lokasi, puluhan tentara menjaga ketat mal yang terletak di Jl MT Haryono, Jakarta Selatan ini.

"Harus ada surat kalau ingin masuk. Perintah langsung dari atasan," kata salah seorang tentara.

Sementara, wartawan pun tidak diperbolehkan masuk ke dalam mal empat tingkat ini. "Mohon maaf kalau di luar saja boleh. Di dalam tidak boleh masuk. Perintah dari pimpinan tidak boleh masuk ke dalam," lanjut tentara tersebut.

Seperti diketahui, penyegelan harus dilakukan lantaran pihak Mal Tebet Green tak mengurus Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono meminta pengelola Mal Tebet Green segera mengurus sertifikat tersebut. Jika tidak, bangunan itu bakal dikembalikan kepada Yayasan Darma Putra Kostrad.

"Kalau enggak diurus ya enggak boleh buka. Hari ini kita serah terima kepada Kostrad selaku pemiliknya," kata Heru saat ditemui di Tebet Green Jakarta pada Kamis (23/7).

Menurutnya, peringatan ini telah dilakukan sebanyak empat kali. Maka dari itu dilakukan penyegelan.

"Tolong diinformasikan kepada semua pihak jangan ada yang mencopot atau memindahkan selama belum diurus SLF-nya," terang dia.

Sumber : Merdeka

Rabu, 22 Juli 2015

,

Ahok Buka Kemungkinan Jerat Pendatang yang Nganggur dengan Pidana Penipuan


Fakta Luar Biasa - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) serius dalam membenahi masalah kependudukan di Jakarta. Apalagi, momen setelah lebaran merupakan waktu yang kerap dimanfaatkan pendatang untuk datang pertama kali ke Jakarta.

Ahok tak masalah jika pendatang tersebut memiliki jaminan pekerjaan dan tempat tinggal begitu tiba di Jakarta. Jika tidak, maka pendatang tersebut akan langsung dikembalikan ke daerah asalnya.

"Kalau kamu nggak dapat kerjaan, nggak jelas gimana, pasti numpang sama saudara dan teman kamu kan. Kalau kamu nggak ada uang, ya saudara kamu yang harus balikin kamu," ujar Ahok usai menemani Menteri PAN-RB melakukan sidak di Pemprov DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (22/7/2015).

"Kalau kamu di jalanan dan jadi masalah, kami akan kembalikan, dibuat pernyataan. Kalau balik lagi, kita anggap kamu melanggar pidana penipuan kepada Pemprov DKI," tegasnya.

Menurut Ahok, operasi yustisi yang dilakukan Pemprov DKI selama ini bukan untuk memberikan denda pada pelanggar. Akan tetapi untuk memastikan bagaimana alamat KTP domisili seseorang, betul-betul sama dengan di mana orang tersebut tinggal.

"Kalau datang ke Jakarta, punya usaha punya tempat tinggal kita kasih KTP dan suruh dia urus surat pindahnya. UU Kependudukan kita yang baru, tidak ada lagi perbedaan nomor KTP di Indonesia, yang ada hanya ganti alamat," tutur Ahok.

"Tidak ada lagi istilah, daerah manapun tertutup. Kita dari Sabang sampai Merauke betul-betul bebas ke mana saja. Cuma perlu lapor," jelasnya.

Sumber : Detik

Rabu, 15 Juli 2015

, ,

Kakorlantas Polri: Moge Belum Bisa Masuk Tol di Jakarta


Fakta Luar Biasa - Jakarta - Beberapa waktu lalu, perwakilan komunitas pengguna motor gede (moge) meminta agar bisa masuk ke jalan tol. Namun, kalau di tol tersebut tidak disiapkan lajur khusus sepeda motor maka moge yang masuk tol tetap menyalahi undang-undang.

Menurut Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Kakorlantas Polri), Inspektur Jenderal Polisi Condro Kirono mengatakan, saat ini moge belum memungkinkan masuk tol di Jakarta dan sekitarnya. Sebab, di tol tersebut belum ada infrastruktur berupa lajur khusus sepeda motor.

"Sekarang regulasinya belum memungkinkan. Memang ada aturan yang membolehkan moge masuk tol apabila infrastrukturnya sudah disiapkan tersendiri. Contohnya kayak tol di Bali, kemudian di Jembatan Suramadu," kata Condro di Jakarta.

Jadi, Condro menyimpulkan, kalau jalan tol sudah memiliki infrastruktur khusus pengguna sepeda motor maka moge dibolehkan masuk tol. Sebab, ada peraturan yang mengatur sepeda motor boleh mengakses jalan tol.

"Kalau tolnya menyiapkan infrastrukturnya misalkan di situ dibuat khsuus lajur sepeda motor, dia tidak menyalahi undang-undang. Jadi ada Perpresnya. Perpres pertama mencantumkan sepeda motor tidak boleh masuk tol. Kemudian keluar Perpres kedua menyebut itu memungkinkan apabila ada lajur tersendiri," jelas Condro.

Sebelumnya pengguna Moge di Indonesia yang tergabung dalam Harley-Davidson Owner Group (H.O.G) , Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Pusat, Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) dan Motor Besar Club (MBC) Indonesia dengan resmi meminta kepada pemerintah Indonesia agar moge bisa masuk tol.

Sekretaris Jendral Motor Besar Club (MBC) Indonesia Irianto Ibrahim mengatakan, sudah saatnya moge 400 cc ke atas bisa masuk tol. Sebab, hanya di Indonesia yang sampai saat ini melarang motor masuk jalan tol, kecuali jalan tol di Bali (Mandara) dan Suramadu.

Permintaan ini sebenarnya sudah ditolak oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. “Kalau saya nggak sependapat, namanya roda dua sudah ada tempatnya sama kayak yang lain,” jelas Badrodin di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Menurut Badrodin, kebijakan dikeluarkan tentu tidak akan diskriminatif. Kalau motor gede diizinkan masuk tol, bagaimana dengan motor kecil yang sama-sama roda dua.

“Kalau tol diperuntukkan untuk motor besar, yang kecil bagaimana, kan menimbulkan kecemburuan, diskriminasi, dan mungkin juga bisa menimbulkan gejolak, jadi sebaiknya tidak,” tegas dia.

Sumber : Detik

Minggu, 28 Juni 2015

, , ,

Cerita pengemudi GrabBike tolak jemput penumpang di Manggarai


Fakta Luar Biasa - Respons negatif tukang ojek pangkalan terhadap ojek online ternyata berdampak ke penumpang. Pengemudi GrabBike kerap menghindari bertemu ojek reguler saat menjemput pemesan. Pengalaman ini dialami Azizah saat menggunakan layanan transportasi ojek GrabBike. Saat itu dia memanggil GrabBike dari Stasiun Manggarai. 

Tapi dia justru diminta jalan ke kolong Manggarai yang berjarak sekitar 200 meter. "Saya diminta jalan ke arah kolong Manggarai. Pas sudah naik ojek, barulah si abang buka pembicaraan," ungkap Azizah kepada merdeka.com beberapa waktu lalu. Penasaran, Azizah pun bertanya karena merasa ada yang janggal. "Kenapa bang? Suka dimarahin ya sama tukang ojek di pangkalan stasiun?" tanya Azizah. "Maaf ya neng jadi harus jalan dulu. Saya cuma gaenak aja jemput di sana. Cuma ngejaga aja kita mah malas ribut. 

Namanya sama-sama cari duit saling ngehargain aja," kata pengemudi tersebut. Sebelumnya, pengendara GrabBike, kata Azizah mengatakan, sempat terjadi keributan dan pemukulan kepada pengemudi jasa transporasi mobile lain. Pengemudi tersebut menawarkan jasanya di depan pangkalan ojek setelah menurunkan penumpang. "Nggak hanya nerima orderan dari aplikasi ojek. Ia juga menawarkan orang di jalan. Sehingga ojek lain mengamuk," kata dia menirukan ucapan pengemudi. 

Karena kejadian itu, tukang ojek GrabBike kini lebih berhati-hati menghentikan kendaraannya jauh dari lokasi pangkalan ojek. Ia memilih bermain kucing-kucingan dengan bersembunyi di tempat yang aman. Dengan kejadian itu, dia mengaku menjadi lebih paham dengan persaingan di lapangan. Meski berhak dilayani, bagi Azizah penumpang juga harus paham situasi yang bisa memicu keributan. "Setidaknya sebagai pengguna aplikasi-aplikasi tersebut dan semacamnya harus lebih mawas diri. Hitung-hitung jaga suasana tetap kondusif," tandasnya.

Sumber : Merdeka
, ,

Pertengahan Ramadan, Pasar Tanah Abang mulai dipadati pengunjung



Fakta Luar Biasa - Warga memadati pusat perbelanjaan Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta, Minggu (28/6). Memasuki pertengahan Ramadan, pusat perbelanjaan kian dipadati pengunjung yang hendak memenuhi kebutuhan Hari Lebaran, salah satunya yaitu pakaian.


Sumber: Merdeka