Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Maret 2014

, , ,

Kisah dibalik kesuksesan AQUA, pemegang brand Air Mineral dalam kemasan


Fakta Luar Biasa - AQUA yg sebenarnya adalah merek produk air mineral telah menjadi terkenal dan menjadi branding air mineral di Indonesia. Apapun mereknya, seolah2 kita akan menyebutnya AQUA. Hal ini tentu tidak terlepas dari Kisah Sukses AQUA yang berhasil menjadi no.1 dalam urusan air mineral dan air minum di Indonesia. 

Ini dia kisahnya 
Pada Tahun 70 an Saat orang bepergian menggunakan kereta api dari jakarta ke surabaya atau ke kota lainnya pasti sering merasakan haus yang luar biasa, dan pada kondisi seperti itu yang dituju tak lain hanyalah Restorka atau turun pada stasiun pemberhentian untuk membeli minuman, dan sudah tentu ditempat tempat seperti itu harga menjadi tak wajar, apalagi membeli di atas kereta api walaupun hanya segelas Air putih, karena yang di jual di restorka biasanya adalah kopi, susu, atau teh manis dan orang mulai berfikir bagaimana membawa air putih saat bepergian, cara paling mudah adalah menyimpannya di dalam botol dibandingkan harus membawa termos air yang bakal repot membawanya, nah ide membawa air dalam botol inilah yang mendasari orang menjual air mineral dalam kemasan. Aqua lahir atas ide almarhum Tirto Utomo (1930-1994). 

Beliau menggagas lahirnya industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia melalui PT Golden Mississippi pada tanggal 23 Pebruari 1973. PT Aqua Golden Mississippi didirikan pada tahun 1973 di Indonesia. Ide mendirikan perusahaan AMDK timbul ketika Tirto bekerja sebagai pegawai pertamina di awal tahun 1970-an. 

Ketika itu Tirto bertugas menjamu delegasi sebuah perusahaan Amerika Serikat. Namun jamuan itu terganggu ketika istri ketua delegasi mengalami diare yang disebabkan karena mengkonsumsi air yang tidak bersih. Tirto kemudian mengetahui bahwa tamu-tamunya yang berasal dari negara Barat tidak terbiasa meminum air minum yang direbus, tetapi air yang telah disterilkan. Ia dan saudara-saudaranya mulai mempelajari cara memproses air minum dalam kemasan. Ia meminta adiknya, Slamet Utomo untuk magang di Polaris, sebuah perusahaan AMDK yang ketika itu telah beroperasi 16 tahun di Thailand. 

Tidak mengherankan bila pada awalnya produk Aqua menyerupai Polaris mulai dari bentuk botol kaca, merek mesin pengolahan air, sampai mesin pencuci botol serta pengisi air. Tirto mendirikan pabrik pertamanya di Pondok Ungu, Bekasi, dan menamai pabrik itu Golden Mississippi dengan kapasitas produksi enam juta liter per tahun. Tirto sempat ragu dengan nama Golden Mississippi yang meskipun cocok dengan target pasarnya, ekspatriat, namun terdengar asing di telinga orang Indonesia. Konsultannya, Eulindra Lim, mengusulkan untuk menggunakan nama Aqua karena cocok terhadap imej air minum dalam botol serta tidak sulit untuk diucapkan. 

Ia setuju dan mengubah merek produknya dari Puritas menjadi Aqua. Dua tahun kemudian, produksi pertama Aqua diluncurkan dalam bentuk kemasan botol kaca ukuran 950 ml dengan harga jual Rp.75, hampir dua kali lipat harga bensin yang ketika itu bernilai Rp.46 untuk 1.000 ml. Kegiatan fisik perusahaan dimulai pada bulan Agustus 1973, ditandai dengan pembangunan pabrik di kawasan Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat. Percobaan produksi dilaksanakan pada bulan Agustus1974 dan produk komersil dimulai sejak tanggal 1 Oktober 1974 dengan kapasitas produksi 6 juta liter setahun. Produk pertamanya adalah AQUA botol kaca 950 ml yang kemudian disusul dengan kemasan AQUA 5 galon, pada waktu itu juga masih terbuat dari kaca. 

Tahun 1974 hingga tahun 1978 merupakan masa-masa sulit karena masih rendahnya tingkat permintaan masyarakat terhadap produk AQUA. Dengan berbagai upaya dan kerja keras, AQUA mulai dikenal masyarakat, sehingga penjualan dapat ditingkatkan dan akhirnya titik impas berhasil dicapai pada tahun 1978. Saat itu merupakan titik awal perkembangan pesat produk AQUA yang selanjutnya terus berkembang hingga sekarang. 

Semula produk AQUA ditujukan untuk masyarakat golongan menengah atas, baik perkantoran maupun rumah tangga dan restoran. Namun, saat berbagai jenis kemasan baru : 1500ml, 500ml, 220ml, dari kemasan plastik mulai diproduksi sejak 1981, maka produk AQUA dapat terjangkau oleh masyarakat luas, karena mudahnya transportasi dan harga terjangkau. 

Mata Air Pegunungan yang mengalir sendiri 
Pada tahun 1981, AQUA memutuskan untuk mengganti bahan baku yang semula dari sumur bor ke mata iar pegunungan yang mengalir sendiri (self flowing spring). 

Perluasan Produksi 
Diterimanya AQUA oleh masyarakat luas dan wilayah penjualan yang telah menjangkau seluruh pelosok Indonesia, maka Aqua harus segera meningkatkan kapasitas produksinya. Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat itu, lisensi untuk memproduksi AQUA diberikan kepada PT Tirta Jayamas Unggul di Pandaan, Jawa Timur pada tahun 1984 dan Tirta Dewata Semesta di Mambal, Bali pada tahun 1987. Hal yang sama juga diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Pemberian lisensi ini disertai dengan kewajiban penerapan standar produksi dan pengendalian mutu yang prima. Upaya ekspor dirintis sejak medio 1987 dan terus berjalan baik hingga kini mencakup Singapura, Malaysia, Maldives, Fiji, Australia, Timur Tengah dan Afrika. Total kapasitas produksi dar seluruh pabrik AQUA pada saat ini adalah 1,665 milyar liter per tahun

Pabrik di luar negri
Di luar negeri, tepatnya Filipina, dijalin pula kerja sama untuk memproduksi AQUA, yang telah berproduksi sejak awal 1998. Sedangkan di Brunei Darussalam, pada tahun 1991 dilakukan kerja sama dengan membentuk IBIC Sdn. Bhd untuk memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek SEHAT. Nama dipilih karena tidak adanya sumber mata air pegunungan yang memenuhi standar produksi AQUA, sehingga bahan bakunya diambil dari sumur bor. Karena itu nama AQUA tidak

Kamis, 06 Februari 2014

Bahagia dimulai Dari Pikiran Anda



Fakta Luar Biasa - Pekerjaan mapan, pasangan ada, kok Anda masih berasa kurang puas ya? Bisa jadi Anda sebenarnya hanya ‘merepotkan’ diri sendiri, sehingga Anda kurang bersyukur. Padahal jika Anda tidak terlalu mengkhawatirkan hal-hal kecil dalam hidup, maka hidup Anda lebih bahagia. Jika Anda memilih untuk bahagia, maka tubuh Anda pun makin sehat. Sebuah penelitian menunjukkan ciri orang yang hidup bahagia adalah makin kecil punya risiko serangan jantung, punya tekanan darah lebih sehat, kolesterol rendah dan menurun tingkat stres-nya. Nah, ini dia lima resep hidup bahagia bebas menurut kardiolog dari Harvard, Dr Cynthia Thaik, seperti dilansir laman Huffington Post. 

1. Utamakan bahagia 
Hidup terdiri dari komponen besar dan kecil yang menjadikannya utuh. Jika Anda hanya terfokus pada masalah dan kendala yang mungkin ada, bagaimana bisa Anda menikmati hidup ? Lakukan apa yang membuat Anda bahagia, dengan orang-orang yang mengapreasiasi kehadiran Anda. 

2. Nikmati hidup. 
Sekali Anda memutuskan untuk lebih bahagia maka setiap hari Anda akan menemukan makin banyak alasan untuk bahagia. 

3. Buat daftar dan mulai menjalaninya 
Kini, siapapun bisa terbang, bertualang. Jika itu adalah passion Anda, maka bertulanglah! Jika masih terganjal waktu, paling tidak mulai tulis apa saja hal-hal yang membuat Anda bahagia, dan satu-satu wujudkan. 

4. Dekat dengan yang tersayang 
Utamakan keluarga diatas segalanya. Baru teman-teman dan rekan kerja Anda. Jika Anda berada didekat orang yang sayang dengan Anda, maka hidup akan lebih bahagia. Ini terbukti secara klinis. Penelitian dari Harvard Medical School menunjukkan kebahagiaan itu menular. Jadi, lebih banyak Anda menghabiskan waktu dengan orang-orang yang bahagia, maka kebahagian lebih banyak akan terasa pada Anda dan teman-teman Anda. 

5. Bersikap baik pada orang lain. 
Tidak ada buruknya untuk bersikap baik pada orang lain. Bahkan pada orang yang menyakiti hati/ diri Anda. Saat Anda dapat membuat seseorang merasa baik, perasaan Anda juga akan baik. Terkadang sikap-sikap sederhana seperti tersenyum pada orang lain akan mengubah perasaan Anda menjadi lebih bahagia dan ini baik untuk Anda. Selamat menikmati hidup. 

Sumber : Astaga.com
,

Bagaimana Mempekerjakan Mantan Karyawan?


Fakta Luar Biasa - Mempekerjakan kembali mantan karyawan? Apakah ini adalah cara cerdik untuk menghemat biaya dan waktu pelatihan? Atau hanya akan mengulang kembali kegagalan?
Waktu memang bisa mengobati ingatan-ingatan buruk secara efektif. Tak heran bila banyak manajer dan pemilik perusahaan kecil mempekerjakan kembali mantan karyawannya, bahkan meski mereka memiliki pengalaman buruk dengan mantan karyawan tersebut.
 
Bagaimana pun juga, sang mantan tersebut telah memahami dasar-dasar usaha anda sehingga tidak memerlukan banyak pelatihan, daripada ia harus bekerja di tempat yang benar-benar baru. Sebaliknya, anda sendiri mungkin berpikir anda bisa menghindari dan mengatasi persoalan-persoalan yang pernah muncul saat ia bekerja sebelumnya. 

Renungkan kembali. Karena mempekerjakan kembali mantan karyawan terkadang memang bisa berhasil, namun seringkali anda harus menghadapi persoalan yang pernah anda hadapi sebelumnya. Karena itu, sebelum mempekerjakan kembali mantan karyawan, pertimbangkan hal-hal berikut:
 
1. Periksa kembali secara jujur dan teliti pengalaman anda terdahulu. 
Periksalah kertas evaluasi kerja, keluhan-keluhan dan catatan kedisiplinannya. Ingat-ingat bagaimana usaha anda untuk meningkatkan produktifitasnya, dan bagaimana hasilnya. Lihat kembali bagaimana situasi dan kondisi kerja saat ia meninggalkan perusahaan anda. Apakah saat itu bagian yang menjadi tanggung jawabnya sedang menampakkan kemajuan, penurunan atau sama saja?
 
2. Ajukan pertanyaan pada karyawan yang pernah bekerja dengannya. 
Mereka bisa memperingatkan anda persoalan-persoalan yang mungkin sudah anda lupakan. Anda pun akan mengetahui apakah mantan karyawan anda akan disambut dengan tangan terbuka atau tidak.
 
3. Pertimbangkan. 
Apakah pengalaman mantan karyawan anda telah dikaburkan karena lingkungan yang buruk. Terkadang karyawan yang baik dilahirkan karena lingkungan dan pengelolaan perusahaan yang buruk. Ingat-ingat kembali dengan siapakah mantan karyawan anda pernah bekerja. Dan telaah apakah mereka adalah orang-orang yang buruk dalam mengelola pekerjaannya? Dan tentukan pula apakah mantan karyawan anda terbukti tetap bekerja dengan baik meski tidak bekerja dengan mereka.
 
4. Konsultasikan dengan pelanggan, pemasok dan pihak-pihak lain. 
Mereka adalah pihak yang pernah berhubungan secara langsung dengan mantan karyawan anda. Tentukan pula apakah reaksi mereka positif atau negatif.
 
5. Periksa kembali referensi dari perusahaannya sekarang atau yang terdahulu. 
Bagaimana pun pengalaman anda dengan mantan karyawan anda jangan terbiaskan oleh pendapat orang lain. Pendapat orang lain semestinya memperkaya pendapat anda. Amati apakah perusahaan yang sekarang atau pernah mempekerjakan mantan karyawan tersebut memberikan tanggapan dan puas dengan hasil kerjanya? Atau malah mengalami kegagalan yang serupa?
 
6. Pertimbangkan apakah situasi yang anda hadapi sekarang ini bersifat sementara saja? 
Bila anda sekarang sedang mengalami kekurangan karyawan, maka pertimbangkan apakah hal ini bersifat temporer saja? Bila tidak, maka pertimbangkan sekali lagi seluruh hal-hal di atas apakah mantan karyawan anda pantas mendapat kesempatan yang kedua sebagai karyawan tetap anda?

7. Merujuk kepada kebijakan yang berlaku di perusahaan. 
Pentingnya dalam poin ini untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan dapat terjadi di kemudian hari. Kebijakan dan alasan manajemen biasanya sudah memiliki latar belakang tersendiri mengapa mempekerjakan kembali mantan karyawan tidak disetujui.

Sumber : bear

,

5 Alasan Utama Karyawan Resign


Fakta Luar Biasa - Berbagai penelitian, baik resmi maupun tidak telah menunjukkan bahwa ternyata, uang dan fasilitas bukanlah satu-satunya alasan seseorang bertahan atau keluar dari perusahaan. 

Kalau toh itu menjadi alasan, fakta membuktikan bahwa itu bukanlah alasan utama bagi sebagian besar orang.

Inilah hasil kumpulan berbagai riset dan survey mengenai alasan seseorang keluar dari sebuah perusahaan:

1. Tingkat Stres yang Tinggi dan Beban Emosional Terlalu Berat. 
ComPsych Corporation menelurkan sebuah hasil survey di tahun 2007 yang menyatakan bahwa 60% karyawan mengalami stres tingkat tinggi dan 33% menyatakan mengalami stres namun masih bisa menanggungnya. Mereka mengindikasikan gejala awal stres berlebih ini dengan meningkatnya frekuensi sakit kepala, gangguan pencernaan, bahkan sampai gangguan periode mens untuk mereka yang sudah cukup berat. Ada 2 alasan terbesar mengapa beban emosional atau stres ini meningkat: (a) pekerjaan yang overload sampai mengganggu kehidupan personal, dan (b) lingkungan kerja tidak menyenangkan, terutama ketidakcocokan dengan atasan atau rekan kerja.
Peningkatan kompetisi bisnis pada akhirnya memang mendorong meningkatkan beban stres bagi para pekerja. Bahkan sebuah lembaga yang melakukan riset dan mengembangkan training kecerdasan emosi (EQ) bernama Six Seconds, merilis survey mereka bahwa angka stres meningkat setiap tahunnya.
Itu sebabnya, kemampuan pengelolaan emosi, stress management, boss management, relationship management, menjadi hal yang vital bagi karyawan untuk mendukung produktivitas dan kesehatan mental.

2. Alasan Peningkatan Karir. 
Karir mandeg, menjadi alasan kedua kenapa seseorang memilih keluar dari perusahaan. Terlalu lama di posisi yang sama tanpa pertambahan tantangan dan kesempatan promosi adalah alasan utama di bagian ini. Namun, sebenarnya tiap karyawan tidak perlu khawatir. Mengapa?
Survey yang dilakukan Employment Dynamics and Growth Expectations (EDGE) dan dilaporkan oleh CareerBuilder.com dan Robert Half International menyatakan bahwa 81% HRD memiliki tantangan tertinggi dalam menemukan calon-calon pekerja berkualitas. Meski calon tenaga kerja makin banyak, namun kualitas justru menjadi semakin langka.
Itu sebabnya, kompetensi dan attitude menjadi 2 senjata ampuh bagi karyawan dalam bernegosiasi. Jika seseorang tidak punya keahlian khusus dan attitudenya buruk, tidak heran jika ia mudah dilupakan oleh perusahaan.

3. Gaji. 
Di bagian ketiga barulah uang menjadi masalah. Walau setiap tahun gaji diproyeksikan meningkat, namun kebutuhan juga terus meningkat. Itu sebabnya perusahaan perlu lebih cerdas untuk "me-maintain" karyawan bukan dengan cara mengikat mereka melalui income, tetapi juga perlu memaintain mereka dari sisi relationship dan emosional. Bukankah di atas sudah terbukti, hubungan dan sisi emosional lebih berperan ketimbang uang? Tentunya, asalkan standar gajinya tidak parah-parah amat!

4. Keuntungan lebih. Beberapa orang berpindah perusahaan meskipun tingkat stres sama, gaji sama, dan jabatan sama. Alasannya sederhana, karena adanya keuntungan-keuntungan tambahan, misalkan adanya produk gratis yang bisa dinikmati, atau misalnya kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang lebih penting, dan sebagainya. Intinya, ada hal-hal di luar pekerjaan yang bisa menjadi kebutuhan bagi seseorang. Karena itu perusahaan perlu juga memikirkan hal-hal seperti ini.

5. Waktu Lebih Banyak. Alasan terakhir adalah karena waktu! Di kota besar, waktu menjadi komoditi langka. Dengan berpindah di perusahaan yang lokasinya lebih dekat, atau waktu kerjanya lebih fleksibel, seseorang bisa mendapatkan lebih banyak waktu pribadi yang bisa ia gunakan untuk mengembangkan diri, membangun hubungan dengan keluarga, atau bahkan membangun bisnis sampingan. Itu sebabnya perusahaan perlu mengembangkan sistem yang efektif agar karyawan bisa produktif dan efisien dengan waktu yang ada dan tidak sampai "memakan" waktu pribadi mereka.
Mungkin paradigma bahwa karyawan yang "lembur" lebih baik dari mereka yang "tanggo". Lembur bisa berarti dua hal. Ia benar-benar melakukan "extra miles" atau ia bekerja lambat sehingga butuh waktu lebih banyak. 

Karyawan pun perlu belajar melakukan priority management dan energy management yang baik supaya bisa menuntaskan pekerjaan lebih cepat dan lebih produktif tanpa memakan banyak waktu.
 
Sumber : bear


Sabtu, 01 Februari 2014

, , ,

Kerja Malam Mempengaruhi Kesehatan Jangka Panjang


Fakta Luar Biasa - Bekerja pada malam hari membuat tubuh "kacau" dan mengakibatkan kerusakan organ jangka panjang. Begitulah peringatan para ilmuwan. 

Kerja malam, atau shift malam, telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2, serangan jantung, dan kanker. 

Kini para ilmuwan dari Sleep Research Centre di Surrey, Inggris, menemukan penyebab gangguan akibat kerja malam pada level molekuler terdalam. 

 Para ilmuwan mengatakan mereka terkejut oleh skala, kecepatan, dan tingkat keparahan suatu kerusakan yang terjadi akibat terjaga pada malam hari. 

Tubuh manusia mempunyai ritme kerja alami atau jam biologis, yaitu beraktivitas pada siang dan tidur pada malam hari. Ritme ini memiliki efek yang mendalam pada tubuh, mengubah segala sesuatu seperti hormon, suhu tubuh, ketangkasan, suasana hati, hingga fungsi otak. 

Hasil riset yang dipublikasikan dalam junal Proceedings of the NationalAcademy Sciences ini melibatkan 22 orang yang ritme kerja tubuhnya diubah dari pola normal menjadi seperti ritme tubuh pekerja shift malam. 

Seperti dikutip situs BBC, 21 Januari 2014, hasil tes darah menunjukkan bahwa secara normal, enam persen gen--informasi di dalam DNA--diatur dengan tepat kapan waktunya lebih aktif ataupun kurang aktif pada saat-saat tertentu setiap hari. 

Sekali seseorang bekerja pada malam hari, pengaturan genetik ini langsung hilang. "Lebih dari 97 persen ritme gen tidak sinkron akibat tidur tidak tepat waktu. Ini sungguh menjelaskan alasan kita merasa tidak nyaman saat mengalami jet lag, atau saat harus bekerja bergiliran secara tidak teratur," ujar Dr. Simon Archer, salah satu peneliti di University of Surrey. 

Menurut peneliti lain, Prof. Derk-Jan Dijk, setiap jaringan di dalam tubuh mempunyai ritme harian tersendiri yang akan berubah jika terjadi pergeseran pada ritme tersebut. 

Hal ini, sambung dia, diikuti pula oleh perubahan detak jantung yang berpengaruh pada kerja ginjal dan otak. "Ini bisa dikatakan sebagai chrono-chaos. 

Seperti tinggal di dalam sebuah rumah, ada jam di setiap ruangannya dan semua kinerja jam di dalam rumah tersebut terganggu sehingga mengacaukan situasi di dalam rumah tangga," ujar Prof. Dijk. 

Prof. Dijk mengatakan kerja malam dan jet lag bisa mendatangkan efek negatif dan konsekuensi terhadap kesehatan. "Kondisi ini akan muncul beberapa tahun setelah menjalani kerja shift malam. 

Kami percaya perubahan pola ritme gen cenderung berkaitan dengan beberapa konsekuensi kesehatan dalam jangka panjang," katanya. 

Sumber : www.tempo.co

Senin, 27 Januari 2014

, ,

Menikah bikin tulang pria lebih kuat!

Fakta Luar Biasa - Pernikahan memang bisa mengubah seseorang. Namun tak banyak yang mengetahui bahwa perubahan yang dialami seseorang tak hanya dari segi perilaku dan psikologi, namun juga secara fisik. Setelah sebelumnya pernikahan dikaitkan dengan penurunan risiko kanker dan penyakit jantung, kini peneliti juga menemukan manfaat kesehatan lain dari menikah.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menikah bisa membuat tulang pria menjadi lebih kuat. Setelah membandingkan tulang dari pria yang sudah menikah dengan pria yang masih single, peneliti menemukan bahwa pria yang sudah menikah memiliki tulang yang lebih kuat.

Pria yang memiliki pernikahan stabil dan tak pernah bercerai diketahui memiliki tulang yang lebih kuat daripada pria yang masih single. Namun faktor usia juga menentukan kekuatan tulang. Hal ini berlaku hanya jika pria tersebut menikah setelah berusia 25 tahun. Pria yang menikah sebelum usia 25 tahun memiliki tulang yang lebih rapuh, seperti dilansir oleh Daily Mail (23/01).

Namun sayangnya penelitian yang diterbitkan dalam jurnal osteoporosis International ini tak menemukan hal yang sama berlaku pada wanita yang sudah menikah dan yang masih single. Secara acak, penelitian ini menemukan bahwa wanita yang memiliki pasangan yang mendukung mereka memiliki tulang yang lebih kuat dibandingkan wanita yang tak mendapat dukungan dari pasangan.

Ini adalah penelitian pertama yang mengaitkan antara pernikahan dengan kekuatan tulang. Selama ini tak diketahui adanya pengaruh dari faktor sosial seperti pernikahan pada kesehatan tulang. Hal ini membuat pernikahan tak hanya bermanfaat secara psikologi tetapi juga secara fisik.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa orang yang tak pernah menikah, mengalami perceraian, menjanda, atau berpisah memiliki tulang yang tak sehat dan rapuh. Hasil ini didapatkan melalui data dari Midlife di Amerika Serikat yang mengamati partisipan berusia 25 sampai 75 tahun pada tahun 1995 - 1998, dan 2004 - 2005.

Bagaimana, apakah Anda setuju dengan hasil penelitian ini?

Sumber : Daily Mail

Senin, 20 Januari 2014

,

Kesuksesan Tidak Bersahabat Dengan Anda? Mungkin Ini Alasannya!

Fakta Luar Biasa - Alasan kenapa Anda bukan seorang milyarder atau orang yang akan menjadi seorang milyarder adalah sangat sederhana.

Anda mungkin berpikiran bahwa Anda mungkin tidak mengumpulkan uang yang cukup banyak, tetapi alasan yang sebenarnya sangat kecil hubungannya dengan jumlah uang yang anda kumpulkan. Intinya adalah bagaimana anda mengatur pengeluaran uang Anda dalam kehidupan sehari-hari:

1. Cemas dengan Apa yang Tetangga / Kerabat Anda Pikirkan tentang Diri Anda
Jika Anda bersaing dengan mereka atau dengan harta benda mereka, Anda sebenarnya telah menyia-nyiakan uang hasil jerih payah Anda dalam sebuah permainan yang hanya untuk memuaskan mereka tetapi tidak meningkatkan jumlah kekayaan Anda.

2. Kurang Sabar
Sampai pada zaman kartu kredit sekarang ini, sangatlah sulit untuk tidak menghabiskan uang lebih banyak dari yang Anda miliki. Ini bukanlah masalah utama sekarang. Tetapi jika Anda selalu memiliki hutang kartu kredit karena Anda tidak sabar menunggu sampai Anda mengumpulkan uang yang cukup untuk membeli sesuatu secara tunai, Anda sebenarnya sedang membuat yang lain menjadi semakin kaya sementara Anda sedang menumpuk utang.

3. Mempunyai Kebiasaan Buruk
Baik itu merokok, minum, judi dan beberapa kebiasan buruk lainnya, sifat yang selalu menghabiskan banyak uang dapat mempengaruhi Anda untuk menjadi kaya. Banyak orang tidak sadar bahwa timbal balik dari kebiasaan buruk mereka itu tidak akan muncul sekarang, bahkan juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan perokok pasif disekitar Anda, seperti keluarga Anda yang nantinya harus anda tanggung juga biaya kesehatannya. Merokok merugikan kita jauh lebih besar dari harga rokok-rokok yang kita beli itu. Juga secara negatif memberi dampak buruk terhadap kondisi kekayaan Anda karena harus membayar asuransi yang lebih tinggi dibandingkan bukan perokok.

4. Tidak Memiliki Target Pencapaian
Sangat sulit untuk untuk menjadi kaya jika Anda tidak menghabiskan waktu untuk coba merenungkan apa sebenarnya yang Anda inginkan. Jika Anda tidak mempunyai target, Anda sepertinya tidak ingin untuk menggapainya. Anda perlu mempunyai moto bagi diri Anda sendiri seperti, "Saya ingin menjadi seorang jutawan." Anda perlu meluangkan waktu untuk merencanakan target tabungan dan investasi dalam jangka waktu satu tahun dan pikirkan rencana-rencana untuk mewujudkan target tersebut.

5. Belum Siap
Hal-hal buruk terjadi pada siapa saja dari waktu ke waktu, jika Anda tidak menyiapkan asurasi untuk sesuatu yang akan terjadi pada Anda, segala kekayaan yang Anda sudah kumpulkan mungkin dapat hilang dalam seketika.

6.  Mencoba untuk Menghasilkan Uang dengan Cepat
Bagi kebanyakan dari kita, kekayaan tidak datang dalam sekejap. Anda mungkin berpikir bahwa orang yang menang lotre / undian adalah sangat banyak, tetapi sebenarnya kemungkinan Anda kalah selalu lebih besar. Keinginan Anda untuk menjadi kaya dalam waktu singkat adalah suatu hal yang sia-sia.

7. Mengandalkan Orang Lain Untuk Mengatur Keuangan Anda
Anda percaya bahwa orang lain mungkin memiliki pengetahuan lebih baik dalam masalah keuangan, dan Anda pun mengandalkan pandangan mereka dalam memutuskan dimana Anda seharusnya investasikan uang Anda. Tetapi tak beruntungnya, kebanyakan orang-orang ini ingin membuat mereka sendiri yang kaya, ini adalah tujuan utama mereka ketika mereka memberitahu Anda bagaimana untuk menginvestasikan uang Anda. Dengarkan nasehat dari orang-orang lain untuk mendapatkan ide-ide yang baru, tetapi Anda sendiri harus cukup menguasai bagaimana seharusnya mengambil keputusan dalam berinvetasi.

8. Berinvestasi dalam Sesuatu yang Anda Tidak Kuasai
Anda dengar bahwa seorang teman telah menghasilkan banyak uang dalam melakukan sesuatu investasi, Anda pun ingin mengikutinya. Jika teman Anda benar-benar telah menghasilkan banyak uang, dia bisa begitu mungkin karena dia memang mengerti apa investasi itu. Ikut menanamkan uang Anda dalam investasi hanya karena orang lain juga telah berhasil menghasilkan uang dengan cara itu tanpa Anda benar-benar mengerti bagaimana investasi itu akan membuat anda jauh dari menuju kaya.

9. Takut Secara Keuangan
Anda takut akan resiko makanya anda terus menaruh uang Anda dalam bentuk tabungan yang sebenarnya adalah Anda sedang kehilangan uang Anda ketika tingkat inflasi sama tinggi dengan tingkat suku bunga tabungan Anda. Sampai sekarang Anda masih menolak untuk memindahkan uang Anda ke bentuk investasi yang lain yang dapat memberikan bunga lebih tinggi mungkin karena Anda takut bahwa Anda akan kehilangan uang.

10. Mengabaikan Keuangan
Anda menentukan sikap bahwa Anda telah cukup, bahwa keuangan Anda akan bersirkulasi dengan sendirinya, bahkan Anda berpikir jika Anda sekarang memiliki utang, hal itu akan dapat diatasi pada kemudian hari. Tetapi sesungguhnya, dibutuhkan perencanaan khusus untuk bisa menjadi kaya. Mungkin tidak hanya satu dari sekian kebiasaan buruk diatas yang terus membuat Anda tidak dapat menjadi seorang milyarder. Tetapi sebuah campuran dari beberapa kebiasaan buruk di atas yang membuat Anda begitu. Cobalah untuk menyimak kembali daftar di atas, dan coba bayangkan. Jika Anda ingin menjadi seorang milyarder, Anda harus menghadapi hal-hal yang menghalangi untuk menjadi kaya itu, sebelum memanggil diri Anda sendiri milyarder.

11. Terlalu Peduli Bagaimana Penampilan dari Mobil Anda
Mobil adalah sebuah alat transportasi untuk membawa Anda dari suatu tempat ke tempat yang lain, tetapi banyak orang tidak melihatnya dengan cara seperti ini. Malahan, mereka menganggap mobil sebagai citra dari diri mereka sendiri dan menghabiskan uang banyak setiap dua tahun sekali hanya untuk mobil atau hanya untuk membuat orang lain terkesan saja daripada hanya mengendarai mobilnya untuk segala keperluan hidupnya dan menginvestasikan uang yang ada.

12. Merasa Anda Mempunyai Gaya Hidup
Jika ada keyakinan bahwa Anda berhak untuk hidup dengan gaya hidup tertentu, pantas memiliki beberapa barang tertentu dan patut menghabiskan sejumlah uang sebelum dapat hidup dengan gaya hidup semacam itu, Anda akan perlu untuk meminjam uang. Hutang yang besar akan membuat Anda selamanya tidak akan menjadi kaya.

13.  Kurang Dalam Melakukan Pembagian Investasi
Ada alasan kenapa salah satu pepatah tertua bagi para penasehat keuangan berbunyi, "Jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang yang sama." Memiliki portofolio investasi yang dipisah-pisahkan membuat kemungkinan kekayaan Anda untuk hilang semakin sedikit.

14. Mulai dengan Terlambat
Keajaiban menggabungkan bunga adalah cara paling bagus bila dilakukan dalam jangka waktu panjang. Jika Anda sadar bahwa anda selalu mengatakan bahwa akan selalu ada waktu untuk menabung dan berinvestasi di dua tahun mendatang, Anda akan sadar pada suatu hari nanti bahwa masa pensiun tinggal menghitung hari tetapi Anda tidak menemukan apapun di dalam rekening pensiun Anda itu.

15. Tidak Melakukan Apa yang Anda Sukai
Sebenarnya pekerjaan Anda tidak selalu harus pekerjaan idaman Anda, Anda hanya perlu menikmatinya saja. Jika memilih sebuah pekerjaan yang tidak sukai hanya untuk tujuan mencari uang, Anda mungkin akan menghabiskan uang lebih banyak lagi hanya untuk menghilangkan stress yang didapat dari pekerjaan yang dibenci itu.

16. Tidak Suka Belajar
Anda mungkin akan berpikir bahwa sekali lulus dari sekolah tinggi, tidak perlu untuk sekolah atau belajar lagi. Sikap seperti itu mungkin hanya cukup untuk mendapatkan pekerjaan pertamamu atau membuat Anda dapat bekerja saja, tetapi itu tidak akan pernah membuat Anda menjadi kaya. Sebuah keinginan untuk belajar bagaimana memperbaiki karir dan keuangan adalah esensinya jika Anda ingin menjadi kaya.

17. Membeli Barang-Barang yang Anda Tidak Gunakan
Coba lihat-lihat isi di dalam rumah, di lemari, di kolong, di lantai basement, loteng, garasi dan lihatlah apakah ada banyak barang yang Anda beli tetapi tidak digunakan. Barang yang belum rusak namun kini teronggok itu adalah membuang uang Anda dimana sebenarnya uang itu dapat digunakan untuk menambah jumlah kekayaan Anda.

18. Anda Tidak Mengerti Nilai
Anda membeli barang untuk sejumlah alasan yang lain tetapi bukan karena harga barangnya. Ini tidak terbatas hanya bagi mereka yang selalu berpikir perlu membeli barang-barang yang mahal saja, tetapi juga termasuk mereka yang selalu membeli barang yang paling murah namun cepat rusak. Carilah barang yang Anda butuhkan namun dengan nilai terbaik, untuk investasi yang berguna di masa depan.19. Rumah Anda Terlalu BesarKetika Anda membeli sebuah rumah yang lebih besar dari yang Anda sanggup atau perlukan, Anda akan berakhir dengan menghabiskan uang yang lebih banyak pada pembayaran utang, pajak yang naik, biaya perawatan yang lebih tinggi dan membeli lebih banyak barang untuk memenuhi isi rumah. 

20. Gagal Meraih Keuntungan dari Kesempatan yang Ada
Kemungkinan terdapat lebih dari satu kesempatan yang mungkin telah Anda lewatkan setiap kali mendengar cerita tentang seseorang yang telah sukses dan Anda mungkin berpikir, "Saya seharusnya juga memikirkan cara itu." Terdapat banyak kesempatan yang sebenarnya terpampang di hadapan Anda jika Anda punya kemauan dan kebulatan tekad untuk menyimaknya.

Sumber : http://efendisurya.wordpress.com